Sejak kau mekarkan bunga-bunga asmara di dada Cinta itu tiada hilang meski sekejap Untuk apa menyembunyikan rindu Nyalanya terang dan jelas terlihat Dalam pandangan mata dan dekapan hati Yang selalu ingin dimengerti
Nila cerah indah permata Oh, senja pun mengusap manja Untuk kekasih yang didamba Riak-riak samudera menggelora Menyesaki jiwa dengan rindu yang tiada tara Akankah kutemui kekasihku di pelabuhan sana
Pandangan manja dan riangnya tawa Ramai dan riuhkan malam Aku rindu padamu, bisikku Terbawa oleh angin, menyeberangi rerumputan Inilah aku yang menunggumu Wahai, kekasihku Inilah aku yang setia menantimu
No comments:
Post a Comment