Catatan Kecil

Catatan pengalaman pribadi. Ditulis sebagai sebuah hiburan dan sebagai sebuah kenangan.

Cerita Pendek

Cerita pendek yang ditulis sebagai pengungkapan perasaan, pikiran, dan pandangan.

Puisi

Ekspresi diri saat bahagia, suka, riang, ataupun saat sedih, duka, galau, nestapa.

Faksimili

Kisah fiksi dan/atau fakta singkat yang bisa menjadi sebuah hiburan atau renungan.

Jelajah

Catatan perjalanan, menjelajah gunung, bukit, sungai, pantai, telaga.

Sunday, August 27, 2023

Ciri-ciri Pengarang Menurut Paulo Coelho Muda



"Aku kepingin menjadi pengarang," kata Paulo Coelho kepada ibunya saat ia berusia lima belas tahun.

"Pernahkah kau melihat seorang pengarang?" tanya ibunya yang menginginkan anaknya itu menjadi seorang insinyur.
"Belum."

"Bagaimana mungkin kau kepingin jadi pengarang kalau kau tidak tahu persis apa artinya."
Paulo Coelho pun melakukan penelitian kecil-kecilan tentang arti menjadi pengarang, saat itu awal tahun 1960-an. Berikut ini hasil penelitian kecilnya, sebagaimana diceritakannya dalam buku Seperti Sungai yang Mengalir (Gramedia Pustaka Utama, 2108).

(1) Seorang pengarang selalu memakai kacamata dan tidak pernah menyisir rambutnya. Dia sering merasa marah tentang segala sesuatu, dan selebihnya dia merasa tertekan.

(2) Seorang pengarang mempunyai tugas dan kewajiban untuk tidak bisa dipahami oleh generasinya sendiri; dia yakin dirinya dilahirkan pada masa-masa yang tidak bermutu; dia percaya bahwa kalau dirinya gampang dimengerti, maka hilang sudah kesempatannya untuk dianggap sebagai seorang jenius.

(3) Hanya sesama pengarang yang bisa memahami apa yang hendak disampaikan seorang pengarang. Sang pengarang dan rekan-rekannya saling bersaing untuk menjadi penulis "buku yang paling rumit".

(4) Pengarang memahami istilah-istilah yang membingungkan, misalnya semiotika, epistemologi, neokonkretisme. Kalau ingin membuat kaget seseorang, dia akan berkata, misalnya, "Enstein itu orang bodoh," atau "Tolstoy adalah badutnya kalangan borjuis."

(5) Kalau hendak merayu wanita, si pengarang akan berkata, "Aku seorang pengarang," lalu menuliskan sebait puisi di serbet kertas.

(6) Seorang pengarang selalu bisa mendapat pekerjaan sebagai kritikus sastra. Dia bisa menunjukkan kemurahannya dengan menulis tentang buku-buku karangan teman-temannya. Setengah dari ulasan-ulasan semacam itu terdiri atas kutipan-kutipan dari penulis asing, dan setengahnya lagi berisi analisis tentang kalimat, selalu menggunakan istilah-istilah seperti "gaya epistemologi" atau "visi kehidupan dua dimensi yang terintegrasi."

(7) Ketika ditanya apa yang sedang dibacanya saat ini, seorang pengarang selalu menyebutkan buku yang belum pernah didengar orang lain.

(8) Hanya satu buku yang membangkitkan kekaguman para pengarang: Ulysses karya James Joyce. Tidak satu pengarang pun mencela satu buku ini. Tapi kalau ada yang bertanya kepadanya isi buku itu, dia tidak bisa memberikan penjelasan yang baik sehingga orang menjadi ragu apakah ia benar-benar sudah membacanya.


*ilustrasi gambar: kompasiana[dot]com


0 komentar:

Post a Comment