Catatan Kecil

Catatan pengalaman pribadi. Ditulis sebagai sebuah hiburan dan sebagai sebuah kenangan.

Cerita Pendek

Cerita pendek yang ditulis sebagai pengungkapan perasaan, pikiran, dan pandangan.

Puisi

Ekspresi diri saat bahagia, suka, riang, ataupun saat sedih, duka, galau, nestapa.

Faksimili

Kisah fiksi dan/atau fakta singkat yang bisa menjadi sebuah hiburan atau renungan.

Jelajah

Catatan perjalanan, menjelajah gunung, bukit, sungai, pantai, telaga.

Wednesday, May 15, 2024

Cerpen "Cahaya di Balik Kaca"

 Rizky adalah seorang murid di SMP Satu Nusa. Ia adalah anak yang cerdas, tetapi memiliki kebiasaan malas belajar. Dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain gim daripada membuka buku pelajaran.

Suatu hari, guru fisika mereka, Ibu Sarah, mengumumkan bahwa mereka akan melakukan eksperimen pembiasan cahaya. Rizky tidak terlalu tertarik pada awalnya, tetapi ketika Ibu Sarah menjelaskan bagaimana cahaya bisa dibiaskan ketika melewati media yang berbeda, dia mulai tertarik.

"Pembiasan cahaya, ya? Itu terdengar cukup menarik," gumam Rizky sambil memikirkan hal itu.

Ketika hari eksperimen tiba, Rizky merasa ragu apakah ia bisa melakukannya dengan baik. Dia melihat peralatan yang dibutuhkan cukup rumit, dan itu membuatnya semakin tidak yakin.

"Kenapa kita harus melakukan eksperimen seperti ini? Bukankah kita bisa belajar fisika dengan cara yang lebih mudah?" keluh Rizky pada temannya, Ari.

Ari, yang selalu antusias terhadap eksperimen, menjawab, "Ayo, Rizky, kita harus mencoba hal-hal baru! Siapa tahu, eksperimen ini bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan."

Setelah mendengar kata-kata Ari, Rizky akhirnya memutuskan untuk mencoba. Dia masuk ke kelas dengan hati yang berdebar-debar, tidak yakin apakah ia bisa melakukannya dengan baik.

"Baiklah, mari kita mulai eksperimennya," kata Ibu Sarah dengan ramah saat semua siswa telah berkumpul di kelas.

Ia melihat Ibu Sarah telah menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk eksperimen tersebut: sebuah laser, gelas bening, selembar kertas putih, penggaris, dan spidol.

Langkah pertama adalah meletakkan gelas bening di atas meja. Rizky dengan cermat mengikuti petunjuk Ibu Sarah. Setelah itu, mereka menyalakan laser dan mengarahkannya ke dalam air yang ada di gelas. Rizky terpesona saat melihat cahaya laser memasuki air dan membengkok.

"Wow, itu keren sekali!" ucap Rizky dengan antusias.

Ibu Sarah tersenyum, "Iya, pembiasan cahaya memang fenomena yang menarik, bukan? Sekarang, kita akan melanjutkan ke langkah berikutnya."

Rizky dengan cermat menempatkan selembar kertas putih di belakang gelas dan menggunakan spidol untuk menandai jalur cahaya yang dihasilkan oleh laser yang memasuki air. Mereka juga mengukur sudut antara jalur cahaya yang masuk dan garis tegak lurus pada permukaan air.

Setelah eksperimen selesai, Ibu Sarah mengajak siswa-siswa untuk berdiskusi tentang hasil yang mereka peroleh.

Rizky merasa sangat senang dan puas. Ia menyadari bahwa belajar bisa menjadi menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan seperti eksperimen pembiasan cahaya ini.

Sejak hari itu, Rizky tidak lagi malas belajar. Ia rajin mengikuti pelajaran dan selalu bersemangat untuk belajar hal-hal baru. Dan semua itu dimulai dari eksperimen sederhana tentang pembiasan cahaya yang membuka mata dan pikirannya.

0 komentar:

Post a Comment