Catatan Kecil

Catatan pengalaman pribadi. Ditulis sebagai sebuah hiburan dan sebagai sebuah kenangan.

Cerita Pendek

Cerita pendek yang ditulis sebagai pengungkapan perasaan, pikiran, dan pandangan.

Puisi

Ekspresi diri saat bahagia, suka, riang, ataupun saat sedih, duka, galau, nestapa.

Faksimili

Kisah fiksi dan/atau fakta singkat yang bisa menjadi sebuah hiburan atau renungan.

Jelajah

Catatan perjalanan, menjelajah gunung, bukit, sungai, pantai, telaga.

Tuesday, February 11, 2020

Review Film Green Book (2018)


"Karena jenius saja tidak cukup. Butuh keberanian untuk mengubah hati orang."

***
Amerika Serikat tahun 1960-an.
Diskriminasi ras masih kuat. Rasisme terhadap orang berkulit hitam masih menjadi budaya kebanyakan masyarakat kulit putih. Orang kulit hitam menduduki kelas kedua. Bahkan, bagi seorang pianis terkenal, Don Shirley (Mahershala Ali).

Don Shirley yang berkulit hitam bersama dua rekannya yang berkulit putih --Oleg dan George-- mengadakan tur musik di berbagai kota. Untuk itu, Don Shirley membutuhkan seorang sopir sekaligus bodyguard, yaitu Tony "Lip" Vallelonga (Viggo Mortensen), seorang berkulit putih berkebangsaan Itali.

Selama perjalanan tur tersebut, terjadi banyak pertentangan antara Don Shirley dan Tony karena sifat keduanya yang bertolak belakang. Namun, akhirnya terjalin persahabatan di antara mereka. Dalam salah satu adegan, Don Shirley membantu Tony menulis surat bagi istrinya. Dalam adegan lain, Tony menyelamatkan Don Shirley dari keroyokan orang kulit putih di bar.

Don Shirley adalah orang berkulit hitam yang berpendidikan, memiliki tata krama, dan bertutur kata sopan. Ia adalah orang kaya --yang menjadikannya berbeda dengan orang berkulit hitam lainnya.

"Dan aku menderita sendirian karena aku tak diterima kaumku karena aku juga tak mirip mereka. Kalau aku tak cukup hitam dan tak cukup putih dan tak cukup jantan, lalu siapa aku?"

Karakter Tony berkebalikan dengan Don Shirley. Ia adalah orang kulit putih yang urakan, cenderung arogan, dan suka berkata kotor. "Aku tinggal di jalanan. Kau duduk di singgasana. Jadi, ya, duniaku lebih hitam daripada duniamu," kata Tony kepada Don Shirley.

Konser musik Don Shirley dihadiri oleh kalangan atas orang kulit putih. Di atas panggung, Don Shirley adalah bintang. Namun, ketika turun panggung orang-orang tetap bersikap rasis.

"Kulit putih kaya membayarku bermain piano untuk mereka karena itu membuat mereka merasa berbudaya. Namun, saat aku keluar panggung, aku kembali menjadi Negro bagi mereka," ungkap Don Shirley.

Pada satu adegan, Don Shirley tidak diperbolehkan oleh manajer restoran untuk makan di restoran tempat ia akan tampil bermain piano.

Don Shirley lebih memilih mengadakan tur musik ke beberapa kota daripada di satu tempat --yang bayarannya tiga kali lipat-- karena ingin mengubah pandangan masyarakat tentang kulit hitam.

"Kau pernah tanya mengapa Dr. Shirley melakukan ini? Kuberi tahu," kata Oleg kepada Tony, "karena jenius saja tidak cukup. Butuh keberanian untuk mengubah hati orang."

Naskah Green Book ditulis oleh Nick Vallelonga --anak dari Tony "Lip" Vallelonga. Film ini diinspirasi dari kisah nyata persahabatan kedua karakter: Don Shirley dan Tony Vallelonga. Persahabatan yang ganjil pada masa itu karena tak biasa ada persahabatan antara kulit putih dan kulit hitam.

Film yang disutradari oleh Peter Farrelly ini menyajikan alur yang datar. Namun, karakter Don Shirley dan Tony berhasil diperankan secara apik. Interaksi keduanya begitu hidup menghadirkan ketegangan, simpati, hingga komedi.

Green Book memenangi 3 piala Oscar untuk kategori:
- Best Motion Picture of the Year
- Best Performance by an Actor in a Supporting Role
- Best Original Screenplay

***
- Judul: Green Book
- Sutradara: Peter Farelly
- Penulis naskah: Nick Vallelonga, Brian Hayes Curry, Peter Farelly
- Aktor: Viggo Mortensen, Mahershala Ali, Linda Cardellini, Dimiter D. Marinov, Mikke Hatton
- Genre: biografi, komedi, drama
- Tahun rilis: 2018
- Durasi: 130 menit


***
GREEN BOOK
☆ 8,0


0 komentar:

Post a Comment