Catatan Kecil

Catatan pengalaman pribadi. Ditulis sebagai sebuah hiburan dan sebagai sebuah kenangan.

Cerita Pendek

Cerita pendek yang ditulis sebagai pengungkapan perasaan, pikiran, dan pandangan.

Puisi

Ekspresi diri saat bahagia, suka, riang, ataupun saat sedih, duka, galau, nestapa.

Faksimili

Kisah fiksi dan/atau fakta singkat yang bisa menjadi sebuah hiburan atau renungan.

Jelajah

Catatan perjalanan, menjelajah gunung, bukit, sungai, pantai, telaga.

Sunday, August 27, 2023

Pentingnya Pendidikan Gizi Seimbang di Sekolah


Kurikulum pendidikan kita memuat banyak hal. Mulai dari akademis, minat bakat, literasi, hingga penguatan karakter. Namun, satu hal penting yang terlewat dalam kurikulum, yaitu pendidikan gaya hidup sehat, khususnya pemenuhan gizi seimbang. Padahal, gaya hidup sehat menjadi hal penting yang perlu perhatian pada masa sekarang di tengah maraknya masalah kesehatan yang diderita remaja atau pelajaran Indonesia.

Kementerian Kesehatan dalam sehatnegeriku.kemkes.go.id (2018) mengungkapkan beberapa masalah kesehatan yang dialami oleh remaja. Masalah kesehatan yang dialami remaja di antaranya anemia, stunting, kurang energi kronis, dan obesitas. Masalah kesehatan tersebut berpotensi mengancam masa depan remaja Indonesia.

Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi). Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktivitas.

Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tinggi badan yang pendek atau disebut stunting. Rata-rata tinggi anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar WHO, yaitu lebih pendek 12,5 cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8 cm pada perempuan. Stunting dapat menimbulkan dampak jangka pendek, diantaranya penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolisme tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.

Masalah kesehatan yang cukup banyak dialami remaja yaitu kondisi tubuh yang kurus atau kurang energi kronis (KEK). KEK bisa disebabkan karena kurang asupan zat gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial seperti misalnya penampilan. Kondisi remaja KEK meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi dan gangguan hormonal yang berdampak buruk di kesehatan.

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain: tidak selalu sarapan (65,2%), sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah (93,6%), dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap (75,7%). Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktivitas fisik (42,5%). Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas. Obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

Masalah-masalah kesehatan yang dialami oleh remaja di atas, dapat dicegah dan diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup yang dapat diterapkan seperti mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur. Pemahaman tersebut harus diajarkan kepada remaja melalui pendidikan yang terstruktur, yaitu lembaga pendidikan atau sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan pendidikan gaya hidup sehat, khususnya pemenuhan gizi seimbang, dalam kurikulum pendidikan.



0 komentar:

Post a Comment